(04 May 2020)

Swimmer Puppy Syndrome

 

                Anjing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak dipeliara oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari anjing ras dengan ukuran kecil hingga anjing berukuran besar. Anjing banyak dipilih sebagai hewan peliharaan karna sifat loyalitas yang sangat tinggi, dan anjing merupakan hewan yang sangat penurut. Hingga saat ini anjing merupakan hewan yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Sifat dan sikap anjing yang terlihat senang saat melihat pemiliknya menjadikan anjing sebagai hewan yang paling digemari untuk dipelihara selain kucing.

                 Seperti halnya manusia, anjing sebagai makhluk biologis juga memiliki masalah kesehatan. Salah satunya adalah swimmer puppy syndrome yang dialami oleh anjing bayi atau biasa disebut puppy. Swimmer puppy syndrome menyebabkan gangguan gerak pada puppy  sehingga puppy tersebut kesusahan saat bergerak atau berjalan. Cara bergeraknya menyerupai puppy yang sedang berenang.

              Swimmer Puppy Syndrome ini dikarenakan adanya kelainan pada tulang rusuk yang menyebabkan perubahan anatomi pada rongga dada. Nama Swimmer Puppy Syndrome dikarenakan posisi anjing selalu dalam kondisi telungkup dengan semua kaki mengarah ke lateral atau menjauhi tubuh dan kepalanya tidak dapat diangkat.

                 Dalam beberapa literatur dikatakan Swimmer Puppy Syndrome ini disebabkan oleh adanya kelainan genetik namun. Selain karna factor kelainan genetic penyebab lain bisa dikarenakan nutrisi untuk induk anjing kurang sehingga yang disalurkan pada baby nya pun sedikit, metabolisme yang tidak normal atau kondisi kandang yang kurang tepat atau terlalu licin. Swimmer Puppy Syndrome dideteksi berdasarkan gejala klinis secara anatomi yang terlihat. Untuk memastikan diagnosa dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan sistem saraf, pemeriksaan darah serta kimia daah dan histology jaringan otak.

                 Tingkat kesembuhan dari penyakit ini tergantung dari kondisi puppy tersebut. Jika menjumpai hal tersebut pada anakan anjing kalian segera bawa untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut pada dokter hewan. Bila mana semua kaki terindikasi mengalami Swimmer Puppy Syndrome maka tingkat kesembuhannya akan sangat kecil. Namun bila hanya beberapa kaki saja masih ada kemungkinan penyembuhan yang bisa mengarah kea rah normal, anjing akan bisa berjalan kembali. Hal ini tentu membutuhkan waktu dan terapi yang berkelanjutan serta kerjasama antara owner dan dokter hewan.

               Kejadian Swimmer Puppy Syndrome tidak spesifik terjadi pada anjing ras tertentu. Namun anjing ras berukuran besar yang pernah terlaporkan mengalami kejadian Swimmer Puppy Syndrome seperti anjing pitbull, golden retriever, Labrador retriever, Rottweiler dan Samoyed. Dilaporkan pada beberapa literature penyebab kematian terbanyak pada anjing yang mengalami Swimmer Puppy Syndrome disebabkan terjadinya pneumonia akibat kesusahan dalam menelan. Tindakan yang dapat dilakuan selama terapi Swimmer Puppy Syndrome adalah melakukan fisioterapi seperti kegiatan berenang  secara berkala dan memberikan supplemen tambahan yang kaya akan kalsium.






Kembali ke News

Halo!

Silahkan hubungi salah satu dari tim customer support kami

Support Customer Service 1
+628989168899
Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami