(20 Jun 2020)

MENGENAL DIABETES MELLITUS PADA KUCING

Diabetes mellitus pada kucing adalah tingginya kadar glukosa darah pada kucing. Diabetes pada kucing sendiri ada dua macam, yaitu Dependent Diabetes Mellitus (DDM) Tipe I dan Non Dependent Diabetes Mellitus (NDDM) Tipe II. DDM Tipe I biasanya ditandai dengan kerusakan β-cell pancreas, kerusakan ini terjadi karena beberapa factor, diantaranya factor keturunan, destruksi pancreas atau pancreatitis, karena virus, dan penyakit autoimun. Sedangkan NDDM Tipe II terjadi karena sel-sel tubuh pada kucing yang kurang sensitive terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat dipergunakan dengan baik (resistensi sel tubuh terhadap insulin), factor penyebabnya bermacam-macam, bisa karena factor obesitas, hormone diabetogenik seperti glukocorticoid, cortisol, toroksin, glucagon, hormon pertumbuhan, progesteron dan epinefrin.

Kasus DM pada kucing sendiri sebenarnya lebih sangat jarang dari pada teradi pada anjing. Namun, apabila memang teradi, pada kucing akan lebih sulit  untuk diatasi karena ketika   kucing   penderita   DM mengkonsumsi makanan berglukosa, tubuhnya tidak dapat memproses glukosa dengan benar,  sehingga  dapat  menyebabkan  terjadinya  penumpukan  glukosa  dalam  aliran darah.  DM  dapat  terjadi  pada  kucing  segala  usia,  meskipun  sebagian  besar  terjadi setelah usia kucing lebih dari enam tahun. Tidak ada predisposisi ras pada kucing penderita DM, namun dijelaskan bahwa sebanyak 75 % kucing yang menderita DM berkisar umur 8-13 tahun.

Gejala klinisnya apa saja?

Gejala klinis yang paling sering muncul pada kucing penderitta DM biasanya apabila kucing tersebut terinfeksi luka, tak kunjung sembuh atau proses penyembuhan luka tersebut akan sedikit membutuhkan waktu yang lama. Gejala klinis yang kedua kucing akan tampak sering haus, hal ini terjadi karena tidak adanya insulin, glukosa tetap dalam aliran darah dan akhirnya melewati saluran urinarius yang dapat terdeteksi dalam urin (glukosuria). Gejala klinis juga tergantung pada tipe DM pada kucing.

Bagaimana mendiagnosanya?

Untuk mendiagnosa perlu dilakukan pemeriksaan darah dan kimia darah. Pada kasus DM pada kimia darah akan terlihat glukosa yang naik. Untuk diagnosa awal dapat dilihat dari gejala klinis yang muncul, yaitu polydipsia, polyuria, kelemahan umum karena kekurangan energi, penurunan berat badan dan hipertensi.

Bagaimana cara pengobatannya?

Untuk pengobatan pada kasus DM bisa menyesuaikan etiologi dan gejala klinis yang muncul. Treatmen biasanya termasuk pemberian insulin yang harus diikuti dengan pengukuran kadar glukosa secara berkala untuk memonitor fluktuasi kadar glukosa yang terjadi sampai kadar kembali normal dan tidak malah menimbulkan hipoglikemia. Terapi lainnya juga termasuk terapi diet seimbang dan pemulihan keadaan umum pasien.

Semoga bermanfaat :)






Kembali ke News

Halo!

Silahkan hubungi salah satu dari tim customer support kami

Support Customer Service 1
+628989168899
Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami