(23 Jun 2020)

Kenapa Anjing & Kucingmu Perlu Divaksin Rabies?

Petama, rabies merupakan penyakit zoonosis (penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia)
Kedua, pada anjing dan kucing bisa terkena penyakit rabies
Ketiga, bisa menyebabkan kematian.

        Rabies atau yang biasa disebut dengan penyakit anjing gila merupakan penyakit infeksius yang disebabkan melalui virus rabies. Virus rabies termasuk virus yang memiliki genom RNA untai tunggal berpolaritas negatif (ss-RNA virus), memiliki ukuran diameter 75 nm dan panjang 180 nm. Virus rabies memiliki lima jenis partikel protein yang berbeda yakni glikoprotein (G), matrik protein (M), RNA polymerase (L), nukleoprotein (N), dan phosphoprotein (P). Pada anjing dan kucing virus rabies dikeluarkan bersama air liur yang terinfeksi dan ditularkan melalui gigitan, cakaran atau melalui kulit yang terluka. Nah pet lovers dari sini sudah paham kan pentingnya vaksin rabies untuk anjing dan kucing.

Lalu bagaimana perjalanan penyakit ini?

Virus rabies hidup pada beberapa jenis hewan yang berperan sebagai perantara penularan. Spesies hewan perantara bervariasi pada berbagai letak geografis. Hewan-hewan yang diketahui dapat menjadi perantara rabies antara lain rakun  dan sigung, di Amerika Utara rubah merah,dan anjing di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Hewan perantara menginfeksi inang yang bisa berupa hewan lain atau manusia melalui gigitan. Infeksi juga dapat terjadi melalui jilatan hewan perantara pada kulit yang terluka. Setelah infeksi, virus akan masuk melalui saraf-saraf menuju ke sumsum tulang belakang dan otak dan bereplikasi di sana. Selanjutnya virus akan berpindah lagi melalui saraf ke jaringan non saraf, misalnya kelenjar liur dan masuk ke dalam air liur. Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas/ ganas ataupun rabies jinak/ tenang.

Masa inkubasi pada anjing dan kucing kurang lebih dua minggu (10 hari sampai 8 minggu). Pada manusia 2 sampai 3 minggu, yang paling lama satu tahun tergantung pada jumlah virus yang masuk melalui luka gigitan, dalam atau tidaknya luka, luka tunggal atau banyak dan dekat atau tidaknya luka dengan susunan syaraf pusat.

Ada berapakah jenis penyakit rabies?

Ada dua jenis penyakit rabies pada anjing atau kucing rabies buas/ ganas dan rabies jinak/ tenang. Pada rabies buas/ ganas, hewan yang terinfeksi tampak galak, agresif, menggigit dan menelan segala macam barang, air liur terus menetes, meraung-raung gelisah kemudian menjadi lumpuh dan mati.

Bagaimana sih gejala klinis dari penyakit rabies sendiri?

1. Rabies Ganas

- Pada anjing, dari ramah menjadi penakut dan tidak menurut lagi pada tuannya.
- Selalu bersembunya di tempat gelap dan dingin.
- Nafsu makan berkurang.
- Suara menjadi parau.
- Memakan benda-benda asing, batu, kayu, dsb.
- Ekornya ada diantara kedua pahanya.
- Menyerang dan mengigit siapa saja (menjadi lebih agresif).
- Kejang yang disusul dengan kelumpuhan.
- Biasanya akan mati 4-5 hari setelah timbul gejala pertama.

2. Rabies Tenang

- Pada jenis ini, kejang-kejang berlangsung singkat dan sangat jarang terlihat.
- Kelumpuhan sangat menonjol pada rabies jenis ini.
- Tidak dapat menelan.
- Mulut terbuka dan air liur keluar terus-menerus, disusul kematian dalam waktu singkat.

Nah pet lovers dari macam-macam penjelasan tersebut sudah paham kan bahwa penyakit rabies juga bisa menular dari hewan kesayangan seperti anjing dan juga kucing.

Lalu bagaimana pencegahan dari penyakit rabies sendiri?

Dengan cara mengvaksin anjing maupun kucing pet lovers, untuk menghindari dari penularan dan infeksi penyakit rabies. Tujuan dari pemberian vaksin sendiri yaitu untuk memberikan kekebalan pada tubuh dan melindunginya terhadap beberapa penyakit tertentu, karena ada yang bisa berakibat fatal atau mematikan.

Semoga bermanfaat :)






Kembali ke News

Halo!

Silahkan hubungi salah satu dari tim customer support kami

Support Customer Service 1
+628989168899
Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami