(25 Mar 2020)

DUA PARASIT MUSUH KELINCI

Kelinci merupakan hewan mamalia dari famili leporidae. Kelinci diduga berasal dari keturunan ras Nederland drarf. Pertumbahannya yang lambat dan berukuran kecil. Menurut sejarah, kelinci dibawah oleh bangsa Belanda. Umumnya dahulu kelinci dipelihara sebagai ternak hias, seiring berkembangnya waktu hewan kecil ini dipelihara masyarakat sebagai hewan peliharaan. Baik hias maupun ternak untuk diambil dagingnya.

Siapa sih yang tidak gemas melihat hewan kecil yang lucu ini, hampir semua kalangan menyukainya. Akibatnya tidak jarang masyarakat yang memilih kelinci untuk hewan peliharaan dirumah. Disamping dia sangat lucu dan mengemaskan kelinci juga bisa diajak bermain-main dengan anak-anak dirumah karena sikapnya yang tenang, penurut, dan bersahabat. Dengan memelihara kelinci, suasana akan terasa lebih hangat. Penghuni dirumah tidak lagi merasa sendirian karena memiliki hiburan yang menyenangkan.

Namun pet owner juga harus memperhatikan kondisi kelincinya, karena perlu pet owner harus tahu ada dua macam penyakit yang menjadi musuh kelici. Penyakit ini dari parasit kelompok Ektoparasit dan Protozoa. Penyakit yang disebabkan oleh ektoparasit biasa disebut dengan istilah scabies/kudis. Sedangkan yang disebabkan oleh parasit protozoa biasa disebut dengan koksidiosis. Dari masing-masing penyakit tersebut memiliki gejala klinik yang berbeda-beda, so pet owner harus tahu ya, yuk kita bahas bersama-sama

Scabies/kudis

Penyakit scabies/kudis pada kelinci disebabkan oleh tungau sarcoptes scabiei. Tungau ini hidup dibawah lapisan kulit. Pada kelinci penyakit ini menyebabkan tumbuhnya koreng atau penebalan pada kulit. Diantara gejala klinisnya :

Apabila pet owner telah menemukan gejala seperti itu, segera bawa ke Dokter Hewan untuk mendapatkan pertolongan. Dokter Hewan akan memberikan obat kutu. Penyakit ini tidak boleh dibiarkan karena penyakit ini bersifat zoonosis yang berarti menyerang kepada manusia dan juga sebaliknya. Untuk pencegahannya sendiri pet owner bisa rajin membersihkan kandangnya, rajin memandikan kelincinya, dan jangan lupa berikan pakan yang berkualitas untuk dia. Apabila dari beberapa kelinci sudah ada yang terinfeksi satu segera pisahkan dengan kelinci yang sehat agar tidak tertular.

Koksidiosis

Koksidiosis pada kelinci disebabkan oleh protozoa dari spesies eimeria spp. Protozoa ini biasanya hidup di usus kelinci dan juga hati. Koksidiosis pada kelinci menyerang pada anakan atau yang baru lepas sapih. Gejala klinis kelinci yang terinfeksi koksidiosis adalah :

Untuk mendiagnosa bisa menggunakan uji feses, pet owner harus membawa sedikit sampel feses kelincinya dan membawanya ke klinik hewan untuk dilihat apakah benar-benar terdapat eimeria. Apabila memang ada, Dokter Hewan segera memberikan terapi untuk mencegah adanya diare terus-menerus. Pencegahannya sendiri pet owner bisa lebih menjaga kebersihan kandang karena kelinci termasuk hewan koprofogi atau suka memakan kotorannya sendiri maka pet owner harus    lebih perhatian kepada kelincinya, pencegahan selanjutnya pet owner bisa berikan pakan yang berkualitas yag terdapat kandungan anti koksidioasis seperti Rabbit Food Wellness Young Dwarf Rabbit, pakan kelinci dari italia ini merupakan pakan dengan nutrisi yang lengkap guna untuk mendukung pertumbuhan kelinci. Tidak hanya vitamin dan mineral saja, pakan ini mempunyai keunggulan lain yaitu terdapat kandungan odour control yang berfungsi mengkontrol bau urin dan pup agar tidak bau. Disamping pakan ini juga tambahan koksidiostat yang sangat penting untuk kelinci muda. koksidiostat akan menghambat pertumbuhan dari protozoa koksidia yang dapat mengganggu aluran pencernaan dan liver akibatnya akan terjadi gangguan metabolisme dalam tubuh.  Pada kelinci muda kekebalan dan antibodinya belum sempurna sehingga rawan terhadap protozoa koksidia, karena protozoa ini merupakan obligat parasite untuk kelinci pada organ usus dan liver. So, aman sekali bukan?

Semoga bermanfaat :)

Manfaat :






Kembali ke News

Halo!

Silahkan hubungi salah satu dari tim customer support kami

Support Customer Service 1
+628989168899
Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami