. Total Visitor: 60,501

 

Kekurangan Nutrisi Pada Tanaman Aquascape

Kekurangan nutrisi pada tanaman aquascape merupakan masalah penting dalam dunia aquascape. Sulit untuk memastikan nutrisi yang diperlukan untuk tanaman aquascape. Hal yang biasa terjadi adalah kelebihan salah satu nutrisi menyebabkan kekurangan nutrisi lainnya.Cara termudah untuk mengamati jika tanaman akuarium memiliki kekurangan gizi adalah mengamati gejala kesehatan tanaman dan hal ini mudah diamati terutama pada daun. Tanaman yang tumbuh cepat adalah indikator yang baik untuk mengamati kekurangan gizi, karena jenis tanaman yang cepat tumbuh tidak memiliki cadangan nutrisi yang tinggi ini berarti bahwa segera setelah kekurangan gizi tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan gizi. Untuk itu segeralah lakukan koreksi dengan menambahkan pupuk, terutama pupuk cair, namun  jangan berlebihan karena justru akan memunculkan masalah baru seperti hadirnya algae/ganggang. Nutrisi yang berlebih akan dimanfaatkan ganggang untuk tumbuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana Gejala Tanaman Air Kekurangan Nutrisi?

 

Defisiensi Fosfor (Phospat (PO4))

Fosfat adalah nutrisi tanaman penting. Di akuarium air tawar sumber utama Fosfat adalah limbah makanan ikan dan kotoran/feses ikan. Ketika tingkat fosfat optimal terlampaui ganggang akan mulai berkembang biak. Alga dapat menyimpan sejumlah besar fosfat yang memungkinkan mereka untuk tumbuh lebih lanjut bahkan jika tingkat fosfat mengalami penurunan sampai tingkat yang direkomendasikan. Gejala yang tampak akibat kekurangan fosfat adalah daun tua berwarna kuning dan ada spot hijau kemudian daun akan mudah gugur. Standard untuk tingkat fosfat adalah 0,05 - 1.5mg/L

 

Defisiensi Magnesium (Mg)

Magnesium adalah mikro element yang sangat penting dan diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Magnesium adalah oligo elemen yang terdapat dalam air yang penting untuk penyerapan mineral kalsium untuk berbagai macam makhluk hidup. Selain itu magnesium juga sangat berpengaruh dalam mempertahankan alkalinitas dari air akuariumKekurangan magnesium sering memiliki gejala yang sama dengan defisiensi zat besi, karena kekurangan magnesium menghambat penyerapan zat besi. Gangguan penyerapan zat besi akan menyebabkan klorosis berat pada tanaman air.  Perbedaannya adalah pada kekurangan magnesium terdapat  gejala menguning antara urat-urat daun yang lebih besar. Daun baru pun yang memiliki kekurangan magnesium sama gejalanya seperti daun tua, vena akan berwarna lebih gelap dan daun menguning Kekurangan magnesium dapat menghentikan pertumbuhan tanaman. .Gejala paling umum akibat defisiensi magnesium: vena gelap dan daun menguning.

Standard kadar magnesium yang dibutuhkan adalah 5 -10mg/L

 

Defisiensi Karbon (Carbondioksida (CO2))

CO2 penting dalam proses fotosintesis tumbuhan, tanaman akan mengubah cahaya dan air menjadi sumber makanan untuk tanaman. Sehingga kekurangan karbon dioksida dapat menyebabkan gangguan fotosintesis yang memperlambat pertumbuhan dan menyebabkan tumbuhan menjadi mati. Dalam akuarium air tawar tingkat CO2 di bawah 20mg/L akan menyebabkan masalah karena proses fotosintesis menjadi terbatas. Karbon mempunyai kemampuan untuk merubah zat besi dari bentuk ferric menjadi bentuk ferrous, dimana unsur ferrous lebih mudah diserap oleh tanaman. Jadi penggunaan karbon cair dapat mengoptimalkan penyerapan zat besi oleh tanaman, dan sangat baik untuk tanaman yang membutuhkan zat besi tinggi seperti tanaman merah dan jenis bucephalandra. Karbon juga membantu tanaman air aquascape pada pencahayaan rendah (natural light) sehingga metabolisme fotosintesis masih tetap bisa berjalan.

Gejala kekurangan karbondioksida: adanya deposit putih pada daun, daun muda memutar atau keriting. Daun menguning dan munculnya algae pada daun, terutama BBA (Black Brush Algae). Direkomendasikan kadar karbondioksida yang dibutuhkan tanaman air adalah 20 - 25mg/L

 

 

Defisiensi Manganese (Mn)

Mangan adalah nutrisi yang diserap oleh tanaman melalui daun dan akar. Mangan dapat ditemukan dalam air keran,sehingga biasanya kasus kekurangan mangan sangat jarang terjadi. Mangan juga berperan penting dalam proses fotosintesis tanaman air. Mangan memegang peranan dalam pembentukan klorofil dan enzim peroksidase (enzim yang memegang peranan penting dalam aktivasi bermacam-macam enzim). Gejala kekurangan Mangan adalah: Daun dengan bintik-bintik kuning, Lubang-lubang pada daun.

 

Defisiensi Nitrate (NO3) / Nitrogen

Nitrogen (Nitrat - NO3, Ammonium - NH4) merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman dan disediakan untuk tanaman dalam bentuk yang berbeda Nitrat (NO3) dan Ammonium (NH4). Tingkat nitrat dipengaruhi oleh jumlah ikan, atau frekuaensi pergantian air, misalnya terlalu banyak ikan dalam akuarium akan meningkatkan tingkat NO3. Perlu diperhatikan tingkat tinggi nitrat dalam kombinasi dengan fosfat akan mendorong pertumbuhan alga, untuk itu berhati-hatilah bila kita ingin menambahkan nitrat. Kasus kekurangan nitrat biasa terjadi pada akuarium aquascape dengan populasi sedikit ikan. Gejala defisiensi Nitrogen: daun tua kuning, daun muda berwarna hijau terang. Rekomendasi tingkat Nitrat: 5-25mg/L

 

Defisiensi Potassium (K)

Kalium diserap sangat cepat oleh tanaman dan dibandingkan dengan macroelements lainnya. kalium dikonsumsi oleh tanaman dalam jumlah yang lebih besar. Jumlah kalium yang digunakan oleh tanaman sangat dipengaruhi oleh jumlah intensitas cahaya dalam akuarium. Kalium mempengaruh transportasi cairan, ion, dan pertukaran asam basa dalam jaringan tanaman.  
Gejala kekurangan kalium: Daun menguning di tepi. Titik coklat pada daun, yang semakin lama semakin lebar akibat dari proses nekrosis pada jaringan tanaman. Kadar potasium yang direkomendasikan adalah sekitar 10 - 20mg/L

 

Defisiensi Iron (Fe) 

Besi adalah mikronutrien yang sangat penting dan dikonsumsi oleh tanaman dalam bentuk ion. Zat besi dalam akuarium dapat bermanfaat dalam membantu dan mengatur proses fotosintesis dari tanaman air. Zat besi merupakan bagian utama dari cytochrome dalam tanaman air laut. Cytochrom mengambil peranan dalam respirasi sel dalam mitokondria saat proses fotosintesis di chloroplast. Zat besi juga merupakan mineral penting dalam reaksi enzimatik tanaman air untuk sintesis klorofil. Klorofil inilah yang mempengaruhi kecerahan warna pada tanaman air.
Tanaman yang tumbuh cepat adalah indikator yang baik untuk kekurangan zat besi karena akan segera terlihat daun baru berwarna lebih pucat dan pembuluh darah berwarna hijau. Daun baru yang pucat terjadi karena berkurangnya kemampuan  untuk sintesis klorofil. Gejala defisiensi besi: daun baru berwarna kuning dengan urat hijau. Kadar zat besi yang direkomendasikan adalah 0.05 - 0.02mg/L

 

Defisiensi Calcium (Ca)

Kebanyakan tanaman akuarium tidak akan pernah memiliki kekurangan kalsium karena selalu terdapat dalam air keran dalam jumlah yang cukup.
Gejala defisiensi Kalsium: abnormalitas bentuk daun dan terhambat terbentuknya daun baru. Kadar Kalsium direkomendasikan: 20 - 30mg/L

 

 

Bagaimana Cara Mengatasi Kekurangan Nutrisi Dalam Tanaman Air?

 

 

 

 

 

 

 

PRODAC NUTRON FERRO

PRODAC NUTRON FLORA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PRODAC CO2 PLANT

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Kekurangan Nutrisi pada Tanaman Air?

 

 

 

 

PRODAC TEST NO3 (NITRAT)

 

 

 

 

 

 

 

 

PRODAC FERTIL PLANT BOTTOM SOIL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Semoga bermanfaat.

 


Kembali ke halaman news