. Total Visitor: 46,219

MEGACOLON PADA KUCING

 

Apakah yang dimaksud dengan Megacolon pada Kucing?

            Istilah yang digunakan oleh masyarakat awam ketika kucing tidak bisa buang air besar adalah sembelit (konstipasi). Konstipasi dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah megacolon. Megacolon merupakan suatu gangguang fungsional dimana terjadi peningkatan diameter (pelebaran) pada kolon atau usus besar. Perubahan struktur usus ini menyebabkan fungsi usus menjadi abnormal. Selain itu juga dapat mengurangi motilitas (pergerakan) kolon dan menyebabkan terjadinya konstipasi kronis (berlangsung lama). Kasus megacolon ini paling sering ditemukan pada kucing daripada anjing.

 

 

 

 

 

Penyebab Terjadinya Megacolon pada Kucing

            Terdapat beberapa faktor yang memicu terjadinya megacolon pada kucing, diantaranya yaitu:

 

Bagaimana Megacolon Dapat Terjadi pada Kucing

            Pada anjing dan kucing, feses (kotoran) dapat bertahan di dalam usus besar selama beberapa hari tanpa menimbulkan adanya gangguan. Tetapi secara perlahan, feses yang terkumpul di dalam usus dalam waktu yang lama akan mengganggu proses penyerapan air, sehingga feses menjadi lebih kering. Akibatnya kucing akan kesakitan pada saat buang air besar. Apabila kondisi ini semakin parah dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka dapat mengakibatkan perubahan atau kerusakan motilitas (pergerakan) usus. Adanya perubahan motilitas pada usus akan menyebabkan metabolisme pencernaan di dalam usus terganggu, sehingga akan terjadi kesulitan buang air besar pada kucing.

 

Bagaimana Gejala Klinis Megacolon pada Kucing

 

Bagaimana Dokter Hewan Mendiagnosa Megacolon pada Kucing

 

Apakah Pengobatan yang Dilakukan Dokter Hewan

 

KIS-KIS CANNED SALMON

KIS-KIS CANNED CHICKEN LIVER

KIS-KIS CANNED DUCK

KIS-KIS CANNED TUNA

KIS-KIS CANNED LAMB

KIS-KIS CANNED RABBIT

KIS-KIS CANNED TROUT

KIS-KIS CANNED TURKEY

 

 

 

 

Bagaimana Mekanisme Kerja CAT FOOD KIS-KIS CANNED VARIAN

CAT FOOD KIS-KIS CANNED VARIAN mengandung fiber (serat) yang baik untuk pencernaan makanan. Dijelaskan dalam suatu penelitian bahwa, serat makanan terutama yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin (merupakan komponen utama penyusun dinding sel tumbuhan) sebagian besar tidak dapat dihancurkan oleh enzim-enzim dan bakteri di dalam saluran cerna. Serat makanan ini akan menyerap air di dalam kolon, sehingga volume feses menjadi lebih besar, dan akan merangsang syaraf pada rektum sehingga kucing akan merasa ingin buang air besar (defekasi). Feses yang mengandung serat akan lebih mudah dikeluarkan dari dalam pencernaan karena mengandung air. Transit time (kurun waktu antara masuk hingga keluarnya makanan sebagai sisa makanan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh) pun menjadi lebih singkat sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit di dalam kolon dan rektum (anus).

 

Semoga bermanfaat.

 

 


Kembali ke halaman news