. Total Visitor: 50,505

Mengenal Ctenocephalides Felis - Pinjal pada Kucing

 

Pinjal merupakan insekta yang tidak mempunyai sayap dengan tubuh berbentuk pipih bilateral dan panjangnya 1,5 – 4,0 mm. Pinjal termasuk dalam golongan ektoparasit, yaitu parasit yang keberadaannya di luar tubuh inang. Ektoparasit ini diselaputi lapisan (khitin) yang tebal dan berwarna coklat gelap. Pinjal betina mempunyai spermateka yaitu organ seperti kantung pada ujung perut bagian bawah sebagai tempat untuk menyimpan sperma. Sedangkan pinjal jantan memiliki alat melingkar yang disebut aedagus atau penis berkitin di lokasi yang sama seperti betina.

Pinjal adalah salah satu parasit yang paling sering ditemui pada hewan kesayangan, khususnya kucing. Jenis pinjal yang biasanya menginfeksi kucing yaitu Ctenocephalides felis. Ciri khas dari pinjal ini terdapat pada duri pertama dari alat genitalnya yang mempunyai panjang yang sama dengan duri di belakangnya. Selain itu pinjal ini mempunyai manubrium (sepotong tulang berbentuk segitiga yang berada di atas badan sternum / tulang dada) di bagian apeks (runcing).

 

 

 

Ciri – Ciri Pinjal Ctenocephalides felis

 

 

 

 

Ctenocephalides felis Jantan

 

 

 

 

 

 

 

 

Ctenocephalides felis Betina

 

 

 

 

 

Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Kehidupan Ctenocephalides felis

Pinjal ini dapat hidup optimal pada suhu 27 – 39 derajat celcius dengan kelembaban 75 – 92%. Pada lingkungan dengan kelembaban 60%, pinjal ini akan hidup selama 62 hari. Sedangkan ketika kelembaban lingkungan 60%, hanya 5% pinjal yang mampu bertahan selama 12 hari pada suhu 22,5 derajat celcius.

Beberapa jenis pinjal akan menghindari adanya cahaya (fototaksis negatif)

Apabila parasit atau agen infeksius berkembang di dalam tubuh pinjal, maka akan mengganggu kelangsungan hidup pinjal

Predator adalah faktor dalam menekan  populasi pinjal. Diketahui beberapa predator dapat memakan pinjal dewasa.

 

 

Penyakit yang Ditularkan Oleh Pinjal

Pinjal dapat mengganggu manusia dan hewan, penularannya secara langsung maupun tidak langsung. Infestasi pinjal secara langsung biasanya berupa reaksi gatal pada kulit dan bentuk-bentuk kelainan kulit lainnya. Reaksi ini adalah reaksi hipersensitif kulit dengan infeksi sekunder akibatnya dapat menyebabkan dermatitis pada hewan yang diserang. Penularan pinjal secara tidak langsung biasanya lebih berbahaya, seperti penyakit yang diakibatkan oleh pinjal jenis Xenopsylla cheopis. Pinjal jenis ini menularkan penyakit klasik Bubonic plaque atau pes yang disebabkan oleh pasteurella pestis. Pinjal juga dapat menyebabkan terjadinya anemia pada inang yang ditumpanginya. Anemia dapat terjadi pada semua jenis dan umur hewan, hal ini disebabkan karena terlalu banyaknya infestasi pinjal yang menghisap darah. Gejala anemia dapat dilihat dari membran mukosa (gusi) pucat, kucing merasa lemas dan lesu. Sedangkan pinjal Ctenocephalides felis dapat menyebabkan allergic fleabite dermatitis.

 

 

Bagaimana Pencegahan Pinjal pada Kucing

 

 

 

 

 

KIS-KIS PASTILS ANTI PARASITE

 

 

 

 

 

 

Semoga Bermanfaat


Kembali ke halaman news