(28 Apr 2017)

Mengenal Toxoplasma pada Kucing & Pencegahannya

 

Penyakit toxoplasma seringkali diidentikkan dengan kucing. Banyak masyarakat berpendapat bahwa kucing adalah sumber dasi penyakit toxoplasma. Hal ini membuat banyak orang ragu untuk memelihara kucing. Terlebih toxoplasma dapat mengakibatkan kemandulan. Namun bagaimanakah penularan toxoplasma itu sebenarnya dan jenis penyakit apakah itu? Bagaimana cara mencegahnya? Berikut ini akan dijelaskan tentang penyakit toxoplasma pada kucing, penularannya, gejalanya, dan cara pencegahannya.

 

Apakah Toxoplasmosis itu?

Toxoplasmosisi atau yang biasa disebut toxoplasma merupakan penyakit infeksi pada hewan dan manusia yang diakibatkan oleh parasit bernama Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii merupakan protozoa intraseluler (hewan bersel satu) yang menginfeksi manusia dan hewan berdarah panas seperti kucing, anjing, domba, babi, ayam, dan burung. Kucing berperan sebagai inang utama (host definitif) tempat Toxoplasma gondii dapat berkembang biak, baik secara generatif (seksual) atau vegetatif (aseksual). Sedangkan manusia dan hewan lain bertindak sebagai perantara (host intermediet). Pada tubuh kucing, protozoa ini akan mengalami siklus hidup intestinal (di dalam pencernaan) dan ekstra intestinal (di luar pencernaan) sedangkan di dalam tubuh manusia hanya akan mengalami siklus hidup ektra intestinal. Inilah mengapa kotoran kucing yang terinfeksi dapat menularkan toxoplasma.

 

Bagaimana penularannya?

Penularan Toksoplasmosis terjadi ketika ookista tertelan oleh manusia atau hewan berdarah panas. Kucing yang terinfeksi dapat memproduksi jutaan ookista selama 10 hari setelah terinfeksi. Setelah 10 hari, jumlah ookista akan menurun dan memiliki resiko penularan yang rendah. Ookista dapat menyebar di tanah melalui kotoran yang dihasilkan oleh kucing yang terinfeksi. Ookista dapat hidup selama berbulan-bulan di tanah. Kucing dapat tertular karena tidak sengaja menjilati bulunya setelah berguling di atas tanah. Ookista juga dapat menempel pada makanan yang tidak sengaja kontak dengan ookista. Tidak hanya itu ookista juga terdapat pada daging hewan yang terinfeksi. Kebiasaan manusia atau hewan yang suka memakan daging yang kurang matang dapat memperbesar resiko tertularnya toxoplasmosis.

 

Cara penularan Toxoplasmosis dapat melalui :

 

Bagaimana gejalanya pada kucing?

Tidak ada ciri-ciri gejala yang signifikan timbul pada kucing yang terinfeksi Toksoplasmosis. Pada tahap selanjutnya kucing dapat mengalami penurunan nafsu makan, muntah, dan diare. 

 

Bagaimana cara mencegah Toxoplasmosis?

Manusia

  1. Selalu jaga kebersihan lingkungan
  2. Biasakan cuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh makanan
  3. Biasakan mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi
  4. Hindari memakan daging mentah atau setengah matang
  5. Menjaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan

 

Kucing

  1. Menjaga kebersihan lingkungan, tempat makan, dan kandang
  2. Memandikan kucing secara rutin seminggu sekali dan memotong kukunya
  3. Jangan membiarkan kucing berkeliaran diluar rumah
  4. Jangan membiarkan kucing berteman dengan kucing dari luar
  5. Berikan makanan yang higienis dan berkualitas seperti KIS-KIS ORIGINAL

 

CAT FOOD KIS-KIS ORIGINAL 7.5 KG

PROTEIN : 30 % & FAT : 18 %

Urinary pH control
Hairball control
Ideal weight maintenance
Supports heart function
OMEGA 6:3 / EPA+DHA
H.D.P. / Highly digestible proteins
Enriched with prebiotics (FOS+MOS)
Natural antioxidant mixture
Odour Control

 

 

 

 

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel terkait :

Pyometra pada Anjing & Kucing

 

 

 

 






Kembali ke News

Halo!

Silahkan hubungi salah satu dari tim customer support kami

Support Customer Service 1
+628989168899
Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami