(12 May 2018)

PERILAKU KHAS KELINCI

Kelinci adalah hewan yang cenderung diam, karena tidak bersuara. Sebagai hewan yang diburu, sudah menjadi insting alami untuk selalu diam, tidak menampakkan diri. Meskipun kelinci tidak bisa mengeong seperti kucing, namun mereka memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan dirinya. Jadi sebagai pemilik harus lebih peka.

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan kelinci sebagai bentuk komunikasinya:

1. Binkying atau Melompat & Menari-nari

Meskipun beberapa orang tidak familiar, kebiasaan binkying pada kelinci adalah bentuk mengekspresikan semangat dan kegembiraan. Saat binkying, gerakan kelinci tampak seperti menari. Kelinci akan melompat berkali-kali, menggerakkan tubuhnya, menggoyangkan kepala, menendang ke samping, menghentakkan kakinya dan berputar-putar. Bagi yang tidak pernah melihat binkying mungkin akan mengira kelinci tersebut gila atau sedang sakit.

2. The Bunny 500 atau Gerakan mondar mandir

The Bunny 500 adalah ketika kelinci berlari bolak balik di ruangan (seperti mondar mandir), yang disertai dengan beberapa kali binkying, hal ini juga dilakukan sebagai bentuk semangat dan bermain-main. The Bunny 500 dilakukan oleh kelinci terutama setelah mendapatkan snack favoritnya.

3. Flopping atau Berguling

Kelinci seringkali melakukan hal ini, dimana ia akan berguling kesamping, hal ini dilakukan ketika kelinci merasa nyaman.

4. Grooming

Seperti halnya kucing, kelinci juga memiliki kebiasaan grooming. Grooming atau menjilat-jilat biasa dilakukan oleh kelinci untuk menunjukkan ekspresinya, jika ada kelinci yang saling grooming, itu menunjukkan bahwa ikatan keduanya sangat kuat.

5. Buzzing/ Honking atau Berdengung

Kelinci yang bersemangat atau antusias terhadap sesuatu akan mengeluarkan suara honking/buzzing (semacam mendengung) ketika berputar-putar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kegembiraan atau sebagai bentuk untuk menarik pasangannya (untuk kawin).

6. Purring / Teeth Grinding atau Menggemeretakkan Gigi

Ya… kelinci juga bisa purring seperti kucing. Namun tidak seperti kucing, purring kelinci adalah dengan menggemeretakkan giginya. Namun perlu diperhatikan juga, menggemeretakkan gigi juga berarti tanda kesakitan (frekuensinya lebih sering).

7. Growling atau Menggeram

Menggeram adalah bentuk kelinci sedang marah atau stres, yang disebabkan karena ada yang melanggar wilayah teritorialnya. Sikap agresif kelinci sering tidak diduga, karena kelinci bisa menyerang secara tiba-tiba.

8. Menendang Kotorannya Ke Atas

Kelinci yang sedang marah atau kecewa akan membuat gerakan menendangkan kaki belakangnya ke atas sambil menjauh. Di alam hal ini di artikan sebagai “menendang kotorannya” ke arah hal yang tidak ia sukai. Jadi saat merasa kecewa, kelinci akan membuat gerakan seolah-olah menendang kotoran ke arah hal yang membuatnya kecewa, bisa kea rah pemilik atau kelinci lainnya. Mungkin bagi pemilik sering mendapatkan “tendangan kotoran” ini setiap kali selesai memotong kuku kelinci.

9. Chinning atau Menandai wilayah dengan dagu

Mengusap suatu benda atau tempat dengan dagunya, sebagai bentuk menandai benda atau tempat tersebut adalah miliknya.

10. Nose bonking/nudging atau Mengendus-endus

Saat berjalan atau menyusuri suatu tempat, kelinci akan mengendus-enduskan hidungnya sebagai bentuk pengenalan.  Tetapi nudging juga bisa berarti memerintahkan orang untuk menyingkir atau sebagai bentuk untuk mencari perhatian.

11. Digging atau Menggali

Saat kelinci seolah-olah menggali di kaki pemiliknya berarti kelinci tersebut sedang meminta perhatian.

12. Nipping atau Menggigit

Menggigit adalah bentuk kelinci mencari perhatian yang paling ekstrim. Karena ini adalah kebiaasaan buruk, maka latihlah kelinci untuk tidak terbiasa melakukannya. Perilaku agresif ini bisa dikurangi dengan cara sterilisasi.

13. Thumping atau Menghentakkan Kaki

Kelinci akan menghentakkan kaki belakangnya ketika ia merasa ada bahaya, di alam liar hal ini bisa menjadi peringatan kepada yang kawanannya untuk siaga.

 

Ya… itulah beberapa perilaku khas kelinci sebagai bentuk komunikasi yang harus diketahui oleh bunny lovers, agar lebih bisa memahami dan tidak salah mengartikan bahasa kelinci.

Untuk si kelinci kesayangan, selalu jaga kesehatannya dengan memberi makanan terbaik agar kelinci senantiasa sehat dan merasa bahagia. PADOVAN WELLNESS FOOD FOR ADULT DWARF RABBIT yang diformulasikan khusus untuk kelinci dewasa, karena memiliki lebih banyak serat yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan kesehatan gigi. Kombinasi dari berbagai sayuran yang bebas sereal, serta mengandung spirulina untuk menambah kekebalan tubuh. Plus ekstrak yucca sebagai odour control sehingga membuat kotoran kelinci tidak berbau menyengat.

PADOVAN WELLNESS FOOD FOR ADULT DWARF RABBIT

Complete Maintenance Feed For Dwarf Rabbit
Bi Pellet Form (Long Crude Fibres)
Suitable Fibre Content
Balance Ratio Calcium and Phosphorus
Ideal Weight Maintenance
Healthy Teeth Growth
Supports Liver and Digestive Function
Support And Balance Immune System
Added Natural Supplement Spirulina
Odour Control
Added Methionine and Lysin
Moisture 11 %
For Adult Dwarf Rabbit ( From 6 Months and Older)

 

 

Semoga Bermanfaat.

Healthy Bunny, Happy Bunny, and Happy you !






Kembali ke News

Halo!

Silahkan hubungi salah satu dari tim customer support kami

Support Customer Service 1
+628989168899
Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami